Rabu, 21 Desember 2016

Sebungkus Coklat

Ada cerita di balik tumpukkan kayu
Dia berkisah
Berceloteh tanpa henti
Kadang ada tawa dan tepukan merpati

Ada cerita di bawah atap bata
Cinta itu jangan hanya dirasa
Apa yang pergi biarkan saja
Biarkan yang baru melesak di dada

Ada cerita diantara gulungan kabel
Deruan hati yang merengsel
Bertemu gadis cantik yang supel
Diantara suara yang berjubel

Ada cerita diselipan buku
Kenangan yang lalu kian berdebu
Mungkin sudah seharusnya jadi abu
Ah, masa lalu....

Ada cerita di tengah manusia
Entah tua entah muda
Berbincang renyah meriah
Tak ingat siapa aku siapa

Kisah sebungkus coklat
Hati terpikat suara pekat
Berdebur nada dari sang pemikat
Melambungku pada kisah yang sudah tamat



Surabaya, 21 Desember 2016
Kisah Kedai Kreasi
Fie

Senin, 05 Desember 2016

Lebih Baik

Lebih baik aku tak tau
Ku rindu tawaku dulu
Ku rindu betapa gila dan ceria ku dulu
Bahkan saat jatuh terluka, aku tertawa

Lebih baik aku tak tau
Membiarkan segala luka sebagai cinta-Nya
Mempersilahkan segala derita masuk dalam cerita
Tapi kuatku masih percaya, Tuhan akan selalu ada

Lebih baik aku tak mencari tahu
Membiarkan diri terpuruk amat dalam,
sendirian.....
Semua yang harusnya ku tertawakan,
semakin menjadi luka yang lebih dalam
Aku tak tahan

Lebih baik aku tak mau tau
Ternyata semua bukan makin sembuhkanku
Tapi justru membunuhku
Sudah mati aku yang dulu

Lebih baik aku tau
Daripada semua terlambat
dan semakin terluka karenaku

Lebih baik aku terluka kini
Daripada nanti kuseret mereka semua dalam nerakaku
Dan mengumpatku tanpa ampun
atas kutukanku

Lebih baik aku tau,
Kini semakin ku yakin
Allah sangat percaya padaku,
Akulah orang pilihan-Nya

Tapi ya Allah, hamba mohon  pada Mu
Jika tak kuat aku,
Maafkan aku................



At the bottom of everything
5 Desember 2016
Fie

Sabtu, 08 Oktober 2016

Tikus Jiwa

Lagi dan lagi
Kapan aku bebas? 
Aku sudah tak ingin lagi menapak duri
Terhuyung bahkan saat tak ada yang melukai

Langkah gontai saat tak lemah
Menangis terisak saat tawa meledak
Terluka parah, tidak, sekarat bahkan saat tubuh sehat tak ada cacat
Harus berapa lama lagi? 

Mencari keadilan yang hidup
Tapi manusia pun tak mampu hidup
Jika meminta kepada pemberi hidup, maka seharusnya aku paham untuk apa jantungku berdegup
Tapi mata jiwaku, redup

Digerogoti.

Aku terlunta mencari cinta

Kosong. 

Selalu dan akan selalu aku berlari dari nyata, aku hanya ingin melawan kekosongan
Tapi lagi, tembok itu hadangku
Aku lelah,
Aku ragu untuk laju

Jiwa ini milik siapa?
Jiwa ini ada untuk apa? 
Kenapa aku tak mampu untuk menasehati? 
Apa hanya dengan menerima itulah tujuan keberadaanku di bumi ini? 

Aku gemetar. 

Aku ketakutan di bawah cuaca cerah
Aku bersembunyi dari kebahagiaan
Sudah ku lari hingga ujung bumi
Tapi kepahitan, lagi dan lagi

Tolong,
Aku mohon, 
Ampuni aku! 

Lepaskan aku sekali saja! 
Aku ingin bernafas seperti mereka
Kau sudah milikiku sejak angka 9 itu
Tak bosankah kau disini? 

Membunuhmu adalah cita-cita muliaku
Tapi aku sendiri, bukan, aku kau buat sendiri
Lepaskan aku! 
Tikus kau! 


Sby, 8 Oktober 2016
_tahun kedua perjuangan_
Allah, syukurku pada anugerahMu