Senin, 05 Desember 2016

Lebih Baik

Lebih baik aku tak tau
Ku rindu tawaku dulu
Ku rindu betapa gila dan ceria ku dulu
Bahkan saat jatuh terluka, aku tertawa

Lebih baik aku tak tau
Membiarkan segala luka sebagai cinta-Nya
Mempersilahkan segala derita masuk dalam cerita
Tapi kuatku masih percaya, Tuhan akan selalu ada

Lebih baik aku tak mencari tahu
Membiarkan diri terpuruk amat dalam,
sendirian.....
Semua yang harusnya ku tertawakan,
semakin menjadi luka yang lebih dalam
Aku tak tahan

Lebih baik aku tak mau tau
Ternyata semua bukan makin sembuhkanku
Tapi justru membunuhku
Sudah mati aku yang dulu

Lebih baik aku tau
Daripada semua terlambat
dan semakin terluka karenaku

Lebih baik aku terluka kini
Daripada nanti kuseret mereka semua dalam nerakaku
Dan mengumpatku tanpa ampun
atas kutukanku

Lebih baik aku tau,
Kini semakin ku yakin
Allah sangat percaya padaku,
Akulah orang pilihan-Nya

Tapi ya Allah, hamba mohon  pada Mu
Jika tak kuat aku,
Maafkan aku................



At the bottom of everything
5 Desember 2016
Fie

Sabtu, 08 Oktober 2016

Tikus Jiwa

Lagi dan lagi
Kapan aku bebas? 
Aku sudah tak ingin lagi menapak duri
Terhuyung bahkan saat tak ada yang melukai

Langkah gontai saat tak lemah
Menangis terisak saat tawa meledak
Terluka parah, tidak, sekarat bahkan saat tubuh sehat tak ada cacat
Harus berapa lama lagi? 

Mencari keadilan yang hidup
Tapi manusia pun tak mampu hidup
Jika meminta kepada pemberi hidup, maka seharusnya aku paham untuk apa jantungku berdegup
Tapi mata jiwaku, redup

Digerogoti.

Aku terlunta mencari cinta

Kosong. 

Selalu dan akan selalu aku berlari dari nyata, aku hanya ingin melawan kekosongan
Tapi lagi, tembok itu hadangku
Aku lelah,
Aku ragu untuk laju

Jiwa ini milik siapa?
Jiwa ini ada untuk apa? 
Kenapa aku tak mampu untuk menasehati? 
Apa hanya dengan menerima itulah tujuan keberadaanku di bumi ini? 

Aku gemetar. 

Aku ketakutan di bawah cuaca cerah
Aku bersembunyi dari kebahagiaan
Sudah ku lari hingga ujung bumi
Tapi kepahitan, lagi dan lagi

Tolong,
Aku mohon, 
Ampuni aku! 

Lepaskan aku sekali saja! 
Aku ingin bernafas seperti mereka
Kau sudah milikiku sejak angka 9 itu
Tak bosankah kau disini? 

Membunuhmu adalah cita-cita muliaku
Tapi aku sendiri, bukan, aku kau buat sendiri
Lepaskan aku! 
Tikus kau! 


Sby, 8 Oktober 2016
_tahun kedua perjuangan_
Allah, syukurku pada anugerahMu

Rabu, 16 September 2015

Dirimu

Hitung berapa nafasku
Disitulah ada namamu
Kau memang bukan Tuhan bagiku
Tapi kau sudah seperti darah dalam hidupku

Tak ada yang hebat
Benar, kau hanyalah seorang dirimu
Bukan pahlawan
Bukan pula pangeran

Senyummu bahkan seperti cengiran harimau 
Tawamu pun melebihi kepuasan para penjahat 
Sentuhanmu seperti duri yang menancap dan tak mampu lepas 
Bagiku kau seperti iblis manusia

Bagimu, dirimu dan hidupmu adalah segalanya 
Aku tak tau caramu membahagiakan hatimu
Begitu pula dengan orang terdekatmu
Kau masih misteri bagiku

Dan tahukah dirimu,
Aku jatuh cinta pada lelaki seperti dirimu
Yahhh, dirimu...