Langsung ke konten utama

Postingan

Mendung Pagi

Paksa gerbang sorotan kamera terbuka Aku terdiam Gelap, hening, sepi Hanya dingin menusuk nadi Masih teringat apa semalam Kau bilang aku tak lagi berharga Seakan runtuh gedung jiwaku Terbelah tanah pijakku Semudah itu senyum hilang dari hidupku Langit ini sama saja Dia ejek nasib yang kini pahit Langkahku lemah semakin payah Seakan bahagia tak lagi terjamah Gelap ini semakin gelap Saat lagi ku lihat dia Dia bahagia telah beriku luka Sedang ku remuk lupa tertawa  Mendung pagi tahu, gelapnya hatiku


Fiea Surabaya, 16 Maret 2017
Postingan terbaru

Mendung Sore Hari

Aku tak sedang menangis saat mengeluarkan air mata
Tapi mereka kata, aku ini bikin susah saja Aku datang mereka hadang Tapi saat aku pergi selalu saja ditahan
Jangan lagi, Jangan lagi aku jadi alasan kemarahanmu Aku hanya diam menatap alam Tapi kau kata aku mengutuk dunia
Adalah sebuah alasan aku ada Adalah sebuah alasan kita bertemu Bukan dosaku kau pernah tersakiti Ini takdir kita untuk jadi begini
Temanilah mendung sore ini Dia kesepian ditatap lawan Mereka yang merindu Mereka yang mengharu pilu
Gelap dia memang  Putih bersihnya tertutup alasan Alasan manusia untuk pancal selimut Alasan orang untuk meratapi hidup

Fie.  Surabaya, 22 Januari 2017

Sebungkus Coklat

Ada cerita di balik tumpukkan kayu Dia berkisah Berceloteh tanpa henti Kadang ada tawa dan tepukan merpati
Ada cerita di bawah atap bata Cinta itu jangan hanya dirasa Apa yang pergi biarkan saja Biarkan yang baru melesak di dada
Ada cerita diantara gulungan kabel Deruan hati yang merengsel Bertemu gadis cantik yang supel Diantara suara yang berjubel
Ada cerita diselipan buku Kenangan yang lalu kian berdebu Mungkin sudah seharusnya jadi abu Ah, masa lalu....
Ada cerita di tengah manusia Entah tua entah muda Berbincang renyah meriah Tak ingat siapa aku siapa
Kisah sebungkus coklat Hati terpikat suara pekat Berdebur nada dari sang pemikat Melambungku pada kisah yang sudah tamat


Surabaya, 21 Desember 2016 Kisah Kedai Kreasi Fie

Lebih Baik

Lebih baik aku tak tau
Ku rindu tawaku dulu Ku rindu betapa gila dan ceria ku dulu Bahkan saat jatuh terluka, aku tertawa
Lebih baik aku tak tau Membiarkan segala luka sebagai cinta-Nya Mempersilahkan segala derita masuk dalam cerita Tapi kuatku masih percaya, Tuhan akan selalu ada
Lebih baik aku tak mencari tahu Membiarkan diri terpuruk amat dalam, sendirian..... Semua yang harusnya ku tertawakan, semakin menjadi luka yang lebih dalam Aku tak tahan
Lebih baik aku tak mau tau Ternyata semua bukan makin sembuhkanku Tapi justru membunuhku Sudah mati aku yang dulu
Lebih baik aku tau Daripada semua terlambat dan semakin terluka karenaku
Lebih baik aku terluka kini Daripada nanti kuseret mereka semua dalam nerakaku Dan mengumpatku tanpa ampun atas kutukanku
Lebih baik aku tau, Kini semakin ku yakin Allah sangat percaya padaku, Akulah orang pilihan-Nya
Tapi ya Allah, hamba mohon  pada Mu Jika tak kuat aku, Maafkan aku................


At the bottom of everything 5 Desember 2016 Fie

Tikus Jiwa

Lagi dan lagi
Kapan aku bebas?  Aku sudah tak ingin lagi menapak duri Terhuyung bahkan saat tak ada yang melukai
Langkah gontai saat tak lemah Menangis terisak saat tawa meledak Terluka parah, tidak, sekarat bahkan saat tubuh sehat tak ada cacat Harus berapa lama lagi? 
Mencari keadilan yang hidup Tapi manusia pun tak mampu hidup Jika meminta kepada pemberi hidup, maka seharusnya aku paham untuk apa jantungku berdegup Tapi mata jiwaku, redup
Digerogoti.
Aku terlunta mencari cinta
Kosong. 
Selalu dan akan selalu aku berlari dari nyata, aku hanya ingin melawan kekosongan Tapi lagi, tembok itu hadangku Aku lelah, Aku ragu untuk laju
Jiwa ini milik siapa? Jiwa ini ada untuk apa?  Kenapa aku tak mampu untuk menasehati?  Apa hanya dengan menerima itulah tujuan keberadaanku di bumi ini? 
Aku gemetar. 
Aku ketakutan di bawah cuaca cerah Aku bersembunyi dari kebahagiaan Sudah ku lari hingga ujung bumi Tapi kepahitan, lagi dan lagi
Tolong, Aku mohon,  Ampuni aku! 
Lepaskan aku sekali saja!  Aku…

Dirimu

Hitung berapa nafasku
Disitulah ada namamu
Kau memang bukan Tuhan bagiku
Tapi kau sudah seperti darah dalam hidupku

Tak ada yang hebat
Benar, kau hanyalah seorang dirimu
Bukan pahlawan
Bukan pula pangeran

Senyummu bahkan seperti cengiran harimau 
Tawamu pun melebihi kepuasan para penjahat 
Sentuhanmu seperti duri yang menancap dan tak mampu lepas 
Bagiku kau seperti iblis manusia

Bagimu, dirimu dan hidupmu adalah segalanya 
Aku tak tau caramu membahagiakan hatimu
Begitu pula dengan orang terdekatmu
Kau masih misteri bagiku

Dan tahukah dirimu,
Aku jatuh cinta pada lelaki seperti dirimu
Yahhh, dirimu...

My Story in Dewata Island

Assalamu'alaikum..
Pengen share nih tentang ceritaku kemarin abis liburan di Pulau Dewata Bali. Pulau nya orang yang lagi jatuh cinta, foto-foto pre wed sampai wedding party nya. Nggak salah sih, secara tempatnya sekeren itu, belum lagi pantainya yang cantik dan super romantis karena didukung oleh pemandangan sunset dan sunrise nya, siapa coba yang bisa menolak keindahannya.
Well, langsung aja ya ke intinya... Perjalanan ku ini aku habiskan dengan teman-teman ku dari HMJ atau Himpunan Mahasiswa Jurusan PGSD FIP UNESA tahun 2013-2014. Udah lengser gitu ceritanya, dan untuk menghabiskan waktu libur sekaligus sebagai perpisahan, akhirnya kita memutuskan untuk berlibur ke Bali. Setelah rapat beberapa kali dan beberapa debat panjang mengenai travel agent dan destinasi wisata akhirnya kita memilih Travel Agent milik salah satu teman kuliahku tapi dia bukan pengurus HMJ dan untuk destinasi wisata kita memilih Tanah Lot, Pantai Kuta (kayaknya wajib banget ya tempat ini?), Danau Bedugul,…